Kamis, 11 Januari 2018

JANJI dan SUMPAH


Assalamu'alaikum Warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat yang Beliau berikan tak lupa sholawat serta salam kami panjatkan ke junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nanti syafaatnya di akhirat kelak.
Pada postingan kali ini, kami akan sedikit membahas Bab tentang janji, sumpah dan nazar. Sebagai manusia pasti kita pernah berjanji entah itu disengaja ataupun tidak, sekali, dua kali atau bahkan berkali-kali. Pastinya ketika janji, sumpah atau nazar itu tidak ditepati akan membuat orang yang kita beri janji sakit hati dan lebih buruknya mereka akan mendo'akan hal yang tidak baik, naudzubillah tsumma naudzubillah.

Hukum berjanji itu sendiri itu adalah boleh (Jaiz) atau mubah. Tetapi hukum memenuhi atau menepatinya adalah wajib. Melanggar atau tidak memenuhi janji adalah haram dan berdosa. Berdosanya itu bukan sekedar hanya kepada orang yang kita janjikan tetapi juga kepada Allah Swt.
Firman Allah dalam Al Quran : 
وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسُۡٔولا
Artinya : Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya (Q.S Al-Isra : 34)
Dari keterangan ayat diatas, menjelaskan kepada kita sebagai umat yang baik dan bertaqwa  wajiblah kita untuk menunaikan janjinya pada waktu yang dijanjikan.
Ketegasan dalam menepati janji adalah merupakan simbol kesempurnaan kepribadian kita. Apabila ada sesuatu hal yang tidak bisa dielakkan, maka sebaiknya janji tersebut dibatalkan ataupun dirubah waktunya sehingga seseorang kita beri janji tidak menanti-nanti. Apabila kita kita tidak bisa memastikan sesuatu (pastinya tidak akan bisa) perkara maka hendaklah ucapkan Insyaallah.

Tidak menepati janji merupakan salah satu ciri orang munafik, sebagaimana hadits Rasulullah "Tanda orang munafik itu ada tiga perkara yaitu apabila berbicara dia berbohong, apabila berjanji dia mengingkari dan apabila diberi amanat dia mengkhianati (HR Bukhari dan muslim)
Nabi Muhammad sangat berpegang teguh pada janji yang beliau buat dan tidak meremehkannyya bahkan beliau sampai menunggu-nunggu dari pihak yang dijanjikan itu datang untuk menemuinya. Berikut kisahnya yang diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Abi al 
Aku sudah membuat sebuah perjanjian dengan Rasulullah sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, dengan menjual suatu barang terdapatlah baki (kelebihan) yang tidak dapat diselesaikan ketika itu dan aku berjanji untuk datang dan menyelesaikannya pada suatu tempat. Aku lupa akan perjanjian yang telah dibuat bersama beliau. Setelah tiga hari aku baru ingat maka aku datang ke tempat tersebut. Aku dapati Rasulullah berada di tempat itu, beliau berkata : wahai pemuda! Sesungguhnya kamu sudah menyusahkanku, aku telah menunggumu dan berada disini sejak tiga hari yang lalu. (HR Abu Daud)
dari cerita diatas menerangkan bahwa Rasulullah sangat memegang teguh dan tidak meremehkan janji sehingga beliau sanggup menunggu hingga tiga hari berturut-turut.
Firman Allah dalam surat An Nahl 91 :

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ اللّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ وَلاَ تَنقُضُواْ الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ 
Artinya : Dan tepatilah janjimu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah menguhkannya sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
Menepati atau menunaikan janji merupakan ciri orang beriman. Qs. Al mukminun " Telah beruntunglah orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya."
Ingkar Janji merupakan perbuatan Syetan. Qs. An Nisa' 120 " Syetan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syetan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka."
Sifat Bani Israil. Bani Israil dikenal sebagai umat yang terbiasa ingkar janji. Hal itu diabadikan dalam Al Quran " Hai Bani Israil, Ingatlah akan nikmatku yang telah akuanugerahkan kepadamu dan penuhilah janjimu kepadaku, niscaya Aku penuhi janji-KU kepadamu dan hanya kepada-KU-lah kamu harus takut."
Sebagai agama yang adil rahmatan lil alamin, islam selalu memperhatikan situasi dan kemampuan seseorang sehingga ada beberapa pengecualian dari Bab Janji :
1. Karena dipaksa. Ini menjadi alasan yang diperbolehkan seorang muslim untuk membatalkan janji yang ia buat, contohnya seperti seseorang yang ditahan atau dicegah sehingga ia tidak bisa memenuhi janji tersebut, atau seseorang yang diancam dengan hukuman menyakitkan. Sabda Rasulullah " Sesungguhnya Allah memaafkan kepada umatku dari kesalahan yang tidak disengaja, lupa atau yang dipaksakan atasnya" (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majjah)
2. Janji berbuat maksiat. Barang siapa yang berjanji kepada seseorang bahwa ia akan melakukan perbuatan yang haram untuknya, atau ia tidak akan melakukan sesuatu yanghukumnya wajib, maka diperbolehkan untuk tidak memnuhinya.
3. Benar-benar tidak mampu. Qs. Al Baqoroh 286 : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."Jika terjadi sesuatu diluar dugaan menimpa orang yang berjanji seperti sakit, kematian atau alasan-alasan lainnya maka situasi tersebut mungkin bisa menjadi alasan yang tepat apabila dia tidak bisa memenuhi janjinya tepat waktu.
Apabila Melanggar sumpah atau janji yang disengaja.
Dalam hal ini islam sangat toleran dan tidak pernah ada maksud untuk membebani umatnya. apabila melanggar janji yang disengaja maka harus ditebus dengan beberapa alternatif antara lain :
1. Memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu ;
2. memberi pakaian kepada mereka;
3. memerdekakan seorang budak;
4. dan barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffarat (denda) nya adalah puasa selama 3 hari.

Ingkar Janji adalah salah satu sifat MUNAFIQ.

Semoga Anggota PMII dijauhkan dari sifat tersebut.

Tangan terkepal dan maju kemuka.
Salam Pergerakan..!!!

Rabu, 03 Januari 2018

Mahasiswa Zaman Now




Apa tujuan anda kuliah???
Teruntuk kalian para Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta, baik Umum ataupun Agama.
Pada Umumnya Mahasiswa berperan sebagai Agent Of Change, Agent Of Control Social dan Iron Stok. Mari kita flahs back pada sejarah masa lampau yang mana mahasiswa turut andil dalam kemajuan bangsa ini. Namun dapat kita lihat Mahasiswa saat ini, Sifat Idealis dan Kritis mereka sudah terkikis.
Mahasiswa saat ini banyak yang Apatis, tak peduli dia kuliah hanya kuliah (Datang, Duduk, Diam dan Pulang). Ada juga yg selalu mengeluh karena banyak tugas, bahkan sampai-sampai ada yang berehenti kuliah karena tidak sanggup mengerjakan tugas.



Lalu apakah mahasaiswa saat ini masih dapat disebut sebagai agent Of Cahange, agent Of Control Social dan Iron Stock??

Dan apa tujuan mereka kuliah??

Bukankah yg mereka lakukan tidak jauh berbrda dengan Siswa??

Lalu untuk apa mereka kuliah????

Mahasiswa saat ini seakan lupa siapa dirinya dan untuk apa mereka dikuliahkan. Kaum minoritas berintelektual ini sebenarnya merupakan tulang punggung pembangun bangsa dan negara menuju perubahan yang lebih baik. Sedikit kita melihat sejarah perubahan bangsa, dimana motor penggerak utamanya adalah mahasiswa seperti kemerdekaan Indonesia yang tidak lepas dari peranan kaum muda dan mahasiswa, peralihan orde lama ke orde baru dan yang terakhir adalah reformasi 1998 yang meruntuhkan orde baru. Namun pola pikir semacam ini kadang tidak dipahami oleh seorang mahasiswa yang kadang menganggap pola pikir semacam ini sebagai pola pikir yang “Berat”. Negara sudah ada yang memikirkan, mengapa kita ikut berpikir tentang negara, begitulah gampangannya sedikit pola pikir yang ada saat ini.

Benang merah jangan pernah dilupakan, sejarah masa haruslah kita jadikan contoh bagaimana kita bersikap sebagai mahasiswa. Para pemimpin kita, para pendahulu kita belum tentu mereka lulusnya cepat..!! Belum tentu juga IPK mereka tinggi..!! 

Bagaikan Harimau yg kehilngan taringnya.
Bagaikan gajah yg patah gadingnya.

Sebuah realita yang saat ini membudaya dikalangan muda, Mahasiswa yang seharusnya up to date news atau isu-isu nasional saat inipun kadang terbalik malah hanya up to date status di Twitter atau Facebook. Hal seperti ini jika dipikir ulang memang aneh namun merupakan sebuah realita yang ada saat ini. Tapi penilaian penulis secara umum terhadap hal seperti ini wajar karena memang mahasiswa merupakan jiwa muda yang ingin selalu mengekspresikan hati, pikiran dan perasaannya melalui berbagai macam media. Dan tidak sepenuhnya dalam jejaring sosial tersebut semua bernilai negative ada juga hal positifnya. Ekspresi-ekspresi yang ditimbulkan tadi sebenarnya merupakan buah dari kekuatan yang dimiliki oleh setiap mahasiswa, antara lain kekuatan moral (moral force), kekuatan ide (power of idea), kekuatan nalar (power of reason) tapi kadang hal tersebut tidak diolah dan dikelola dengan baik sehingga kekuatan-kekuatan tersebut tidak berfungsi secara optimal bagi mahasiswa dalam usaha menggapai semua cita-citanya atau bahkan malah terjerumus ke hal yang negative karena kegagalan mengelola beberapa kekuatan yang dimilikinya.

Mahasiswa adalah Sebagai salah satu bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan, pemuda dan mahasiswa kini banyak yang apatis dan terkungkung oleh sistem pembelajaran kampus yang menyekat mahasiswa dari persoalan masyarakat.

Dari beberapa keterangan diatas dapat kita ambil kesimpulan tipe-tipe mahasiswa zaman sekarang.

Pertama mahasiswa akademis, yakni mahasiswa yang berorientasi semata-mata pada urusan akademis.

"Datang ke kampus, belajar, lalu ke perpustakaan, dengan harapan mendapatkan IPK tinggi dan lulus mendapatkan pekerjaan layak". Dalam kenyataannya tetap saja kemampuannya kurang 

Kedua mahasiswa romantis. Mahasiswa semacam ini  terlihat dari tampilannya yang necis dalam rangka menggaet lawan jenis. Datang ke kampus dengan tampilan rambut klimis tetapi otaknya nol. "Kepeduliannya kepada masyarakat juga nol".

Tipe ketiga,  yakni mahasiswa hedonis. Tampil dari rumah dengan segala kemewahannya. Tetapi di perjalanan berbelok arah dan lebih memilih nongkrong di kafe-kafe dan tempat lainnya.

Walaupun kita hidup di zaman sekarang yang sangat serba mudah, sekiranya kita bisa menerapkan apa yang dapat dilakukan mahasiswa zaman dulu. Jangan selalu menjadikan alasan bahwa dengan teknologi yang super canggih sekarang bisa seenaknya untuk bermalas-malasan. Seharusnya dengan modal yang sekarang serba canggih, menjadikan kita sebagai mahasiswa zaman sekarang untuk lebih sukses daripada mahasiswa zaman dulu.

Well guys, itu tadi beberapa perbedaan mahasiswa zaman dulu dan zaman sekarang. Semoga kita tidak terlalu terlena merasakan teknologi yang ada zaman sekarang.

Sungguh memprihatinkan melihat mahasiswa zaman Now, Mari kita sejenak merenung apakah yg kita lakukan saat ini masih sama seperti ketika kita menjadi siswa. Jika masih lalu apa gunanya kita menjadi mahasiswa..??


Ditulis oleh Juniska (Ketua Cabang PMII Kabupaten OKI - SUMSEL)