Rabu, 03 Januari 2018

Mahasiswa Zaman Now




Apa tujuan anda kuliah???
Teruntuk kalian para Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta, baik Umum ataupun Agama.
Pada Umumnya Mahasiswa berperan sebagai Agent Of Change, Agent Of Control Social dan Iron Stok. Mari kita flahs back pada sejarah masa lampau yang mana mahasiswa turut andil dalam kemajuan bangsa ini. Namun dapat kita lihat Mahasiswa saat ini, Sifat Idealis dan Kritis mereka sudah terkikis.
Mahasiswa saat ini banyak yang Apatis, tak peduli dia kuliah hanya kuliah (Datang, Duduk, Diam dan Pulang). Ada juga yg selalu mengeluh karena banyak tugas, bahkan sampai-sampai ada yang berehenti kuliah karena tidak sanggup mengerjakan tugas.



Lalu apakah mahasaiswa saat ini masih dapat disebut sebagai agent Of Cahange, agent Of Control Social dan Iron Stock??

Dan apa tujuan mereka kuliah??

Bukankah yg mereka lakukan tidak jauh berbrda dengan Siswa??

Lalu untuk apa mereka kuliah????

Mahasiswa saat ini seakan lupa siapa dirinya dan untuk apa mereka dikuliahkan. Kaum minoritas berintelektual ini sebenarnya merupakan tulang punggung pembangun bangsa dan negara menuju perubahan yang lebih baik. Sedikit kita melihat sejarah perubahan bangsa, dimana motor penggerak utamanya adalah mahasiswa seperti kemerdekaan Indonesia yang tidak lepas dari peranan kaum muda dan mahasiswa, peralihan orde lama ke orde baru dan yang terakhir adalah reformasi 1998 yang meruntuhkan orde baru. Namun pola pikir semacam ini kadang tidak dipahami oleh seorang mahasiswa yang kadang menganggap pola pikir semacam ini sebagai pola pikir yang “Berat”. Negara sudah ada yang memikirkan, mengapa kita ikut berpikir tentang negara, begitulah gampangannya sedikit pola pikir yang ada saat ini.

Benang merah jangan pernah dilupakan, sejarah masa haruslah kita jadikan contoh bagaimana kita bersikap sebagai mahasiswa. Para pemimpin kita, para pendahulu kita belum tentu mereka lulusnya cepat..!! Belum tentu juga IPK mereka tinggi..!! 

Bagaikan Harimau yg kehilngan taringnya.
Bagaikan gajah yg patah gadingnya.

Sebuah realita yang saat ini membudaya dikalangan muda, Mahasiswa yang seharusnya up to date news atau isu-isu nasional saat inipun kadang terbalik malah hanya up to date status di Twitter atau Facebook. Hal seperti ini jika dipikir ulang memang aneh namun merupakan sebuah realita yang ada saat ini. Tapi penilaian penulis secara umum terhadap hal seperti ini wajar karena memang mahasiswa merupakan jiwa muda yang ingin selalu mengekspresikan hati, pikiran dan perasaannya melalui berbagai macam media. Dan tidak sepenuhnya dalam jejaring sosial tersebut semua bernilai negative ada juga hal positifnya. Ekspresi-ekspresi yang ditimbulkan tadi sebenarnya merupakan buah dari kekuatan yang dimiliki oleh setiap mahasiswa, antara lain kekuatan moral (moral force), kekuatan ide (power of idea), kekuatan nalar (power of reason) tapi kadang hal tersebut tidak diolah dan dikelola dengan baik sehingga kekuatan-kekuatan tersebut tidak berfungsi secara optimal bagi mahasiswa dalam usaha menggapai semua cita-citanya atau bahkan malah terjerumus ke hal yang negative karena kegagalan mengelola beberapa kekuatan yang dimilikinya.

Mahasiswa adalah Sebagai salah satu bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan, pemuda dan mahasiswa kini banyak yang apatis dan terkungkung oleh sistem pembelajaran kampus yang menyekat mahasiswa dari persoalan masyarakat.

Dari beberapa keterangan diatas dapat kita ambil kesimpulan tipe-tipe mahasiswa zaman sekarang.

Pertama mahasiswa akademis, yakni mahasiswa yang berorientasi semata-mata pada urusan akademis.

"Datang ke kampus, belajar, lalu ke perpustakaan, dengan harapan mendapatkan IPK tinggi dan lulus mendapatkan pekerjaan layak". Dalam kenyataannya tetap saja kemampuannya kurang 

Kedua mahasiswa romantis. Mahasiswa semacam ini  terlihat dari tampilannya yang necis dalam rangka menggaet lawan jenis. Datang ke kampus dengan tampilan rambut klimis tetapi otaknya nol. "Kepeduliannya kepada masyarakat juga nol".

Tipe ketiga,  yakni mahasiswa hedonis. Tampil dari rumah dengan segala kemewahannya. Tetapi di perjalanan berbelok arah dan lebih memilih nongkrong di kafe-kafe dan tempat lainnya.

Walaupun kita hidup di zaman sekarang yang sangat serba mudah, sekiranya kita bisa menerapkan apa yang dapat dilakukan mahasiswa zaman dulu. Jangan selalu menjadikan alasan bahwa dengan teknologi yang super canggih sekarang bisa seenaknya untuk bermalas-malasan. Seharusnya dengan modal yang sekarang serba canggih, menjadikan kita sebagai mahasiswa zaman sekarang untuk lebih sukses daripada mahasiswa zaman dulu.

Well guys, itu tadi beberapa perbedaan mahasiswa zaman dulu dan zaman sekarang. Semoga kita tidak terlalu terlena merasakan teknologi yang ada zaman sekarang.

Sungguh memprihatinkan melihat mahasiswa zaman Now, Mari kita sejenak merenung apakah yg kita lakukan saat ini masih sama seperti ketika kita menjadi siswa. Jika masih lalu apa gunanya kita menjadi mahasiswa..??


Ditulis oleh Juniska (Ketua Cabang PMII Kabupaten OKI - SUMSEL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar